Detail Opini Siswa

Literasi Bertumbuh, Pancawaluya Tangguh

Minggu, 1 Februari 2026 10:29 WIB
  3 |   -

Mungkinkah literasi menjadi kunci kemajuan Pancawaluya di SMA Negeri 13 Depok?

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin sulit, sekolah dituntut tidak hanya membangun siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan berpikir kritis. Salah satu upaya yang dilakukan SMA Negeri 13 Depok adalah melalui penerapan nilai Pancawaluya, sebuah konsep yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, sikap, dan karaker. Penerapan ini mulai terlihat nyata di SMA Negeri 13 Depok yang secara konsisten mengembangkan program literasi membaca dan mengulas buku bacaan.

Program literasi tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Setiap siswa diwajibkan membawa satu buku nonpelajaran, baik berupa fiksi, karya sastra, biografi, sejarah, maupun buku pengembangan diri. Kegiatan literasi ini dilakukan secara rutin, biasanya 15-30 menit sebelum pembelajaran dimulai. Melalui kebiasaan ini, sekolah berupaya menumbuhkan minat baca sekaligus membentuk karakter siswa yang gemar membaca dan berpikir terbuka.

Setelah kegiatan membaca, siswa diarahkan untuk membuat sebuah ulasan tentang buku yang mereka baca. Kegiatan mengulas buku tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga mengasah daya analisis dan pemahaman isi bacaan. Dalam ulasan tersebut, siswa diminta menuliskan identitas, sinopsis, kelebihan dan kekurangan, dan pendapat pribadi terhadap pesan yang disampaikan penulis. Dengan cara ini, siswa tidak sekadar membaca secara pasif, tetapi juga aktif memaknai dan merefleksikan bacaan.

Penerapan Pancawaluya terlihat jelas dari program ini. Aspek waluya cipta tercermin dari kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Waluya rasa tampak dari kepekaan siswa dalam menangkap nilai moral dan kemanusiaan dari bacaan. Waluya karsa terwujud melalui kemauan siswa dalam menyelesaikan bacaan dan ulasan. Sementara itu, waluya karya didukung melalui aktivitas presentasi hasil ulasan yang mendorong siswa aktif dan produktif.

Melalui penerapan Pancawaluya dalam program literasi membaca dan mengulas buku, SMA Negeri 13 Depok berhasil menanamkan kebiasaan positif yang bermanfaat bagi jangka panjang. Siswa tidak hanya menjadi pembaca yang aktif, tetapi juga mampu berpikir kritis. Dalam program ini, siswa diharapkan menyampaikan gagasan secara tertulis dan menghargai ilmu pengetahuan. Program ini menjadi bukti bahwa budaya literasi yang kuat dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Oleh : Syifa'a Yuni Atikah - XII MIPA 5

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini